Mengenal Penyakit Kista Nabothi

Mengenal Penyakit Kista Nabothi

Kesehatan

Apa sih itu kista nabothi? Penyakit sejenis apa dan menyerang bagian apa pada tubuh? Dilansir dari alodokter.com kista nabothi adalah kista yang terletak di bagian permukaan serviks atau leher rahim. Wanita yang memiliki risiko lebih tinggi adalah dengan usia subur hingga menjelang menopause pada usia 50-an. Umumnya kista ini tidak berbahaya dan bukan pertanda dari penyakit kanker serviks. Kista dapat terbentuk ketika kelenjar penghasil lendir serviks tersumbat oleh sel kulit maupun pertumbuhan jaringan penyembuhan. Penyakit ini ditandai dengan benjolan kecil yang berisi cairan berwarna putih atau kuning kecoklatan. Ukurannya beragan dan dapat mencapai diameter 4 senti meter.

Lalu, apa yang menyebabkan penyakit kista nabothi ini muncul? Penyebab kista nabothi adalah tersumbatnya lendir servis. Kelenjar penghasil lendir serviks dapat tersumbat karena beberapa hal seperti:

  1. Setelah melahirkan

Kista nabothi terbentuk pada wanita yang telah melahirkan dapat terjadi jika sel-sel kulit berlebih tumbuh di atas kelenjar lendir. Hadirnya sel kulit di atas kelenjar lendir dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan dan menyebabkan penyakit kista nabothi ini muncul.

  1. Trauma fisik

Trauma fisik berupa cedera maupun luka yang terjadi di sekitar leher rahim bisa menyebabkan terbentuknya kista nabothi. Jaringan berlebih bisa saja tumbuh di atas kelenjar lendir serviks selama proses penyembuhan luka. Sehingga lendir terperangkan dalam jaringan tersebut dan membentuk kista nabothi. Trauma fisik yang sering menyebabkan munculnya penyakit ini adalah peradangan pada serviks atau servisitis kronis. Servitis adalah peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Serviks merupakan bagian paling bawah pada rahim yang terhubung pada vagina.

Apa saja gejala dari penyakit kista nabothi ini? dilansir dari klikdokter.com kista nabosthi adalah salah satu penyakit yang gejalanya tidak begitu dirasakan. Biasanya penyakit ini disadari setelah melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter. Ukuran dari kista nabothi dapat bervariasi, dengan diameter dari beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter.

Lalu bagaimana cara mendiagnosis penyakit ini? Diagnosis dari kista nabothi umumnya ditentukan berdasarkan pemeriksaan fisik. Kondisi ini juga dapat tampak saat melakukan pemeriksaan ultrasonogragi rongga panggul, CT (computerized tomography) scan, atau MRI (magnetic resonance imaging) yang mencakup daerah serviks. Setelah menemukan benjolan dari kista, dokter dapat melakukan kolposkopi untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan melibatkan magnifikasi dari area tertentu untuk membedakan kista nabothi dengan benjolan lainnya. Dokter dapat pula melakukan biopsi dengan mengambil sedikit jaringan dari benjolan apabila diagnosis belum dapat dipastikan.

Bagaimana penanganan yang tepat untuk mengobati penyakit ini? kista ini biasanya merupakan kondisi yang jinak sehingga tidak membutuhkan penanganan yang spesifik. Sebagian kecil dari kasus ini dapat membesar dan menyebabkan perubahan ukuran dan bentuk dari serviks. Jika kondisi semakin parah, dapat membuat pemeriksaan rutin serviks semakin sulit. Kamu dapat melakukan pengangkatan kista dengan adanya saran dokter agar dapat memeriksa serviks dengan lebih seksama.

Kista yang memerlukan pengangkatan, biasanya dapat dilakukan secara eksisi atau melalui proses yang disebut dengan ablasi elektrokauter. Pada eksisi, dokter menggunakan scapel atau pisau untuk mengangkat jaringan tersebut, sedangkan ablasi elektrokauter, dokter akan menggunakan aliran listrik yang memproduksi energi panas dan dapat membuat benjolan terlepas dari serviks.

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini. Kista nabothi adalah penyakit yang tidak ada metode pencegahannya yang terbukti efektif, oleh karena itu kamu harus selalu waspada terhadap gejala penyakit ini. Kamu dapat berkonsultasi secara rutin dengan dokter agar dapat mengetahui apakah memiliki kista atau tidak, hal ini juga dapat membuat kamu menangani kista dengan lebih cepat hingga tidak memberikan dampak negatif yang lebih besar pada tubuh.