Kedamaian dan Kerukunan Berwarna

Kedamaian dan Kerukunan Berwarna

Others

Mencapai kedamaian dan kerukunan terkadang berhubungan dengan usaha untuk memahami perilaku dan tindakan. Pendekatan dilakukan untuk mengetahui alasan tindakan atau perilaku seseorang atau kelompok tertentu untuk kemudian membuat sebuah bentuk penerimaan sehingga kerukunan dapat terjalin. Proses ini bisa berjalan lancar selama kedua belah pihak memiliki sikap dan sifat yang baik dengan tujuan untuk menjalin kebersamaan dalam sebuah naungan. Mempelajari perbedaan kristen dan katolik bisa dikatakan sebagai sebuah langkah yang sengaja diambil untuk mencapai kerukunan ini. Penjelasan mengenai perbedaan kedua jenis agama Kristen yang diakui di Indonesia ini sendiri dapat menghindari kesalahpahaman yang mungkin muncul dari agama lain sehingga menyinggung pengikut aliran tertentu.

Perbedaan jelas antara penganut Kristen dengan Katolik bisa ditemukan dari perilaku mereka pada saat berdoa. Pengikut Katolik akan mengawali setiap doa mereka dalam tiga tahapan. Tahapan pertama mereka akan membuat tanda salib menggunakan isyarat tangan pada dahi, dada dan kedua pundak mereka. Sebelum membaca doa mereka akan menyebutkan dengan nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus atau variasi lainnya yang mengacu pada ketiga aspek trinitas. Pengikut Protestan tidak akan menggunakan tahapan ini. Mereka akan menyatukan tangan mereka dan berdoa tanpa perlu melakukan ritual tambahan sebelumnya. Perilaku ini cukup mudah dan jelas untuk diamati sehingga tidak akan muncul kesalahpahaman.

Perbedaan perilaku selanjutnya adalah tujuan dari doa mereka. Selain dari berdoa kepada Tuhan orang Katolik bisa juga memilih untuk berdoa pada Bunda Maria atau orang suci. Cara ini dianggap layak untuk dilakukan karena orang kudus dapat dengan mudah menyampaikan doa mereka kepada Tuhan. Menggunakan fasilitas perantara ini tidak diakui oleh orang Kristen sehingga mereka tidak pernah melakukannya. Bahkan orang Kristen memiliki pendirian yang keras pada pengakuan orang suci. Agama Kristen tidak mengakui keberadaan orang suci termasuk menolak kesucian Bunda Maria. Mereka menganggap Bunda Maria dan semua prang suci lainnya adalah manusia yang setara pada mereka dan tidak perlu dianggap istimewa.

Sikap Kristen yang keras ini juga berlaku pada atribut yang ada pada gereja merka. Orang Kristen tidak akan pernah menggunakan salib yang memiliki ukiran Yesus. Mereka akan menggunakan salib polos sebagai simbol agama dan menyingkirkan altar serta patung-patung lain dari gereja mereka. Menurut perangapan orang Kristen patung adalah bentuk berhala yang sangat dibenci Tuhan dan tidak boleh disembah. Mereka juga menganggap bahwa latar adalah tambahan kebudayaan yang diberikan oleh ajaran agama lama sebelum Kristen. Bagi Katolik keberadaan patung orang suci dan pengakuan Bunda Maria merupakan keberkahan. Bahkan patung atau bagian tubuh dari orang suci ini termasuk ke dalam benda suci.

Bagian selanjutnya dalam perbedaan perilaku mereka adalah sistem penyucian dosa dan kerahmatan. Orang Kristen tidak mempercayai penyucian dosa. Bagi mereka kepercayaan terhadap Yesus Kristus adalah jalan menuju keselamatan. Memiliki keimanan membuka jalan bagi mereka untuk menerima rahmat dari Yesus Kristus dan dengan kedua modal ini mereka dapat masuk surga. Bagi orang Katolik pemahaman mengenai iman dan kerahmatan tetap sama. Tapi manusia tetap harus berbuat baik dan ketika mereka tidak melakukannya makan manusia akan masuk ke dalam tahapan penyucian dosa ketika mereka meninggal. Orang Katolik juga mempercayai bahwa keselamatan hanya dapat diberikan oleh gereja dan pemimpin mereka memiliki wewenang dari Tuhan dalam memberikan keselamatan ini.

Perbedaan pemahaman dan sikap seperti ini sebenarnya dapat menjadi sebuah jalan untuk perpecahan. Namun untungnya tidak ada yang mempermasalahkan ini secara terang-terangan. Mereka juga tidak lagi menyebut salah satu aliran sebagai sesat dan saling membenci. Walaupun salah satu aliran bersikap sangat keras pada pemahaman tertentu tapi mereka dapat menahan dan menyimpan sikap itu sehingga tidak dimunculkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Di Indonesia kedamaian di antara kedua aliran ini sering didapati. Mereka bahkan menghindari kesempatan untuk membahas mengenai kepercayaan mereka dan menerima sikap sebuah aliran terhadap hal tertentu tanpa harus merasa tersinggung kondisi ini membuat kedamaian selalu dapat dijaga dengan mudah antara kedua aliran.